3 Macam gangguan haid tersering yang perlu diwaspadai

Pendidikan dasar tentang kesehatan menstruasi dirasa masih sangat kurang diberikan. Banyak gejala dari gangguan menstruasi dianggap normal karena kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi yang diberikan oleh keluarga atau pun di sekolah.

Apa yang dimaksud dengan gangguan haid itu?

Gangguan menstruasi melibatkan gejala fisik dan/ atau emosional yang mengganggu terkait dengan  menstruasi. Termasuk perdarahan hebat, nyeri panggul, menstruasi tidak teratur, dan perubahan suasana hati yang tidak terkendali. Sekitar 30% perempuan dapat mengalami gangguan menstruasi, tetapi banyak kasus yang tidak dilaporkan.

Nyeri, perdarahan tidak teratur, perubahan mood terlalu ekstrem, semuanya dinormalisasi sebagai bagian dari pengalaman menstruasi. Justru menciptakan masalah utama dari kondisi yang tidak terdiagnosis seperti PCOS, endometriosis, hingga uterin fibroid. Kondisi tersebut menyebabkan masalah kesehatan yang besar, pengobatan yang mahal, penurunan kesuburan, dan memiliki konsekuensi fisik, emosional, dan mental jika tidak ditangani!

Berikut 3 macam gangguan menstruasi yang tersering dilaporkan dan perlu diwaspadai:

1.Menorrhagia

Menorrhagia adalah perdarahan menstruasi berat dimana aliran darah berlebih dan berkepanjangan. Terkadang disertai gejala kram perut, perdarahan terus menerus, penggantian pembalut setiap 2 jam, dan keluar perdarahan tidak teratur di luar siklus menstruasi.

2. Dysmenorrhea

Dysmenorrhea adalah sebutan untuk nyeri menstruasi yang menyakitkan dikarenakan kontraksi uterus. Perempuan yang mengalami dysmenorrhea digambarkan  merasakan nyeri dari perut bagian bawah, punggung, hingga paha sehingga sulit atau hampir tidak mungkin untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti ke sekolah atau bekerja.

Baca Juga :

  1. Kapan Waktu Yang Tepat untuk Memulai Prenatal Yoga
  2. Ini Fakta tentang penyakit Chlamidya
  3. Bagaimana Mengatasi Gejala PMS

3. Amenorrhea

Amenorrhea adalah bagian dari menstruasi yang tidak teratur. Amenorrhea primer terjadi pada perempuan yang berusia minimal 15 tahun dimana belum mendapatkan menstruasinya sama sekali. Amenorrhea sekunder adalah ketika perempuan yang dulunya menstruasi namun sudah tidak mengalami menstruasi dalam 3 bulan atau lebih berturut-turut.

Pengetahuan tentang siklus menstruasi adalah kunci dari manajemen kesehatan reproduksi yang tepat. Sikap negatif seputar menstruasi seringkali menyebabkan penyebaran informasi yang salah dan perasaan tabu, sehingga menyebabkan perempuan merasa sulit dan tidak nyaman dengan menstruasi mereka.

Sumber:

  • Hurwitz, L.B., Lauricella, A.R., Hightower, B., Sroka, I., Woodruff, T.K. & Wartella, E. 2017. When You’re a Baby You Don’t Have Puberty:  Understanding of Puberty and Human Reproduction in Late Childhood and Early Adolescence. The Journal of Early Adolescence 37(7): 925—947.
  • Jim Varney. 2018. Diagnosis of Heavy Menstrual Bleeding: a Change in Direction. The lancet 391(10126): 1122.
  • ACOG. 2020. Dysmenorrhea: Painful Periods. https://www.acog.org/womens-health/faqs/dysmenorrhea-painful-periods, diakses 3 Maret 2021.
  • Gul Nawaz & Alan D. Rogol. 2020. Amenorrhea. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482168/, diakses 3 Maret 2021.
error: Content is protected !!
Tanya Bidan
Hai Wanita, Yuk tanya ke Bidan Kami
Hai Moms, Sudahkah mengikuti instagram kami di @haiwanitacom dan sering membaca artikel kesehatan di www.haiwanita.com ? Jika ada yang ingin ditanyakan klik tanya bidan yaa tidak usah sungkan mumpung sekarang fitur ini masih GRATIS.