Anak Lebih Pendek Dari Teman Seusianya ? Hati – Hati Gejala Stunting.

Tahun lalu 2018 Indonesia mencanangkan kondisi gawat stunting pada anak karena angka kejadian semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2019 ini pemerintah semakin mengejar perbaikan gizi pada anak dan mencegah angka stunting semakin meningkat. Istilah stunting adalah gangguan pertumbuhan anak yang terlihat dari panjang tubuh anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya (berada di bawah minus 2 Standar Deviasi (<-2SD) dari standar median WHO) yang disebabkan masalah kekurangan gizi kronis dalam waktu yang cukup lama.

Sering kali masyarakat menyadari kondisi anak bertubuh pendek disebabkan oleh faktor genetik orang tua, sehingga tidak ada tindakan pencegahan dan menerima keadaan anak tanpa memperbaiki kondisi tersebut. Stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, namun yang menjadi penyebab utama adalah karena kurangnya asupan gizi pada bayi.

BACA JUGA :

Pertumbuhan dan perkembangan anak dimulai sejak janin dan krusial 0—59 bulan di kehidupan pertama anak. Dampak balita yang telah mengalami stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal, menurunkan kesehatan reproduksi, meningkatkan risiko obesitas, hingga meningkatkan angka kejadian kesakitan dan kematian balita. Sehingga deteksi sedini mungkin dapat membantu mengurangi efek negatif tersebut.

Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan 3 cara menurut Depkes RI (2018), yaitu :

1.Perbaikan pola makan

Nutrisi yang diperoleh sejak bayi lahir tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya termasuk risiko terjadinya stunting. Tidak terlaksananya inisiasi menyusu dini (IMD) 1 jam setelah lahir, gagalnya pemberian ASI eksklusif, dan proses penyapihan dini dapat menjadi salah satu faktor terjadinya stunting.

Anjuran:

  • untuk bayi usia 0—6 bulan berikan ASI secara eksklusif tanpa pemberian makanan/minuman lain. Supaya nutrisi bayi tetap terpenuhi susui bayi setiap 2-3 jam sekali bahkan di malam hari.
  • Untuk usia bayi 6—23 bulan berikan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan memenuhi gizi anak secara seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam menu makan sehari-hari. Setengah piring berisi sayur dan buah, setengahnya diisi sumber protein dan karbohidrat dengan frekuensi minimal 2-3x sehari porsi kecil. Sesuaikan tekstur makanan berdasarkan kemampuan mengunyah anak.

2. Perbaikan pola asuh

Pola asuh yang dimaksudkan di dalamnya adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD), menyusui eksklusif sampai dengan 6 bulan, dan pemberian ASI dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) sampai dengan 2 tahun merupakan proses untuk membantu tumbuh kembang bayi dan anak. Selama pemberian ASI pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu dan bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus.

Anjuran:

  • Keluarga dan ibu harus mendukung gerakan ASI eksklusif dan pemenuhan MP-ASI pada buah hatinya. 
  • Pemantauan tumbuh kembang anak juga harus dilakukan pada usia 0—59 bulan dengan membawa buah hati ke posyandu rutin dan pemenuhan imunisasi wajib untuk mengurangi kejadian kesakitan anak.

3. Sanitasi

Sanitasi tempat tinggal juga berkaitan dengan terjadinya stunting. Kebersihan lingkungan dan akses air bersih yang kurang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit infeksi atau kesakitan pada anak (misalnya diare atau cacingan). Beberapa penyakit infeksi yang diderita bayi dapat menganggu penyerapan nutrisi pada proses pencernaan dan menyebabkan berat badan bayi turun. Jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang cukup lama dan tidak disertai dengan pemberian asupan yang cukup untuk proses penyembuhan maka dapat mengakibatkan stunting.

Anjuran: Perlu membiasakan anak untuk cuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta tidak BAK/ BAB sembarangan.

Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua dan masyarakat dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Pencapaian target penurunan stunting pada anak-anak serta meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif diketahui dapat menjadi salah satu bentuk investasi gizi untuk menumbuhkan generasi cerdas setidaknya 10 tahun kedepan.

Sumber:

error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?