Apakah benar minum air es dapat menambah berat badan?

Banyak sekali issue-issue menyebar di luar sana tentang kesehatan yang masih simpang siur kebenarannya. Salah satu issue yang diyakini oleh beberapa orang bahwa minum air es dapat menambah berat badan. Beberapa orang percaya dan akhirnya menghindari minum air es sama sekali, apalagi untuk memperlancar diet. Lalu apakah benar minum air es dapat menambah berat badan? Bagaimana penjelasannya?

Di artikel ini haiwanita berusaha untuk meluruskan issue kesehatan yang beredar dan membahasnya secara ilmiah.

Minum air dingin sebenarnya tidak memberikan keuntungan tertentu dalam tubuh, hanya rasa segar saja yang bisa didapatkan. Tidak seperti air panas atau hangat, teratur mengonsumsi air hangat dapat memperkuat sistem pencernaan, mengurangi sisa metabolisme yang menumpuk dalam sistem kekebalan tubuh, dan mengoptimalkan eliminasi dalam usus. Mengonsumsi teh hangat di pagi hari dianjurkan karena dapat mengurangi aktivitas radikal bebas dalam tubuh.

Berikut adalah hal yang terjadi pada tubuh ketika mengonsumsi air dingin, penjelasan dari Europian Journal of Pharmaceutival and Medical Research (2015).

1.Memperburuk sistem pencernaan

Ketika minum air dingin selama atau tepat setelah makan menyebabkan lemak pada makanan menjadi mengeras, yang dapat menunda proses emulsifikasi lemak pada organ pencernaan. Lemak yang mengeras dapat menempel di antara vili (bagian usus untuk menyerap nutrisi). Ketika vili ditutupi oleh lemak padat yang menempel dapat mencegah penyerapan nutrisi penting untuk tubuh. Lemak yang menempel dalam periode waktu lama dapat terserap langsung ke dalam aliran darah dari vili, lemak dapat menumpuk di arteri dan menempatkan seseorang pada risiko untuk mengalami tekanan darah tinggi hingga serangan jantung.

2. Pembuluh darah menyusut

Ketika minum air dingin pembuluh darah menjadi menyusut yang dapat membuat sistem pencernaan serta hidrasi menjadi terhambat. Saat air dingin masuk dalam tubuh diperlukan juga energi untuk mengatur suhu air ke dalam normal, oleh karena itu setelah minum air dingin biasanya tetap akan timbul rasa haus karena tubuh banyak kehilangan cairan (dehidrasi) saat mengontrol suhu.

3.Menurunkan fungsi kekebalan tubuh

Terlalu banyak mengonsumsi minuman dingin dapat menyebabkan pilek dan penyakit. Hal tersebut terjadi karena minum air dingin menyebabkan produksi mucus (lendir) dalam tubuh meningkat yang bisa menyebabkan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh dan mudah terkena sakit.

Minum air dingin selama atau tepat setelah makan dapat mempengaruhi kesehatan anda. Cukup berkaitan dengan issue bahwa minum air es dapat menambah berat badan. Seperti yang telah disebutkan air dingin dapat menghambat emulsi lemak dalam usus sehingga akan banyak timbunan lemak dalam tubuh dan sangat berbahaya jika terjadi dalam periode waktu lama. Minum soda, jus buah, atau minuman kekinian yang pasti disajikan dalam keadaan dingin juga bisa mengandung gula jagung fruktosa tinggi yang dapat dikaitkan dengan penyakit diabetes tipe 2.

Hal yang terbaik adalah tetap penuhi air mineral dengan suhu normal minimal 2 liter sehari. Anda juga dapat mengonsumsi teh hijau hangat yang dapat membantu melarutkan lemak dalam tubuh. Direkomendasikan untuk tidak minum air dingin 30 menit sebelum hingga sesudah makan, bahkan air dingin murni atau infused water sekalipun.

Sumber:

  • Suchita Patel, Jinal Patel, Mona Patel & Prof. Dr. Dhrubo Jyoti Sen. 2015. Say Yes to Warm for Remove Harm: Amazing Wonders of Two Stages of Water!. Europian Journal of Pharmaceutival and Medical Research 2(4): 444—460.
  • Malak J. Alamad. 2008. Stop! Don’t Drink Cold Water with Your Meal!. California State Science Fair 2008 Project Summary.
error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?