Inilah Dampak Buruk Smartphone Terhadap Kesehatan Mata Anak.

Di era industri 4.0 saat ini, smartphone adalah perangkat yang tidak dapat ditinggalkan. Orang dewasa menggunakan smartphone untuk mempermudah komunikasi, pekerjaan, dan kehidupan sosial, lain halnya dengan anak-anak yang menggunakannya untuk sekedar bermain atau belajar. Anak-anak sudah mulai banyak yang diberi akses menggunakan smartphone untuk sarana belajar (membaca, menulis, melihat video) bahkan sarana bermain game. Tapi tahukah anda, karena anak-anak tidak mengetahui efek negatif dari smartphone, mereka akan lebih mudah kecanduan untuk menghabiskan waktu bermain gadget seharian. Berikut ini, haiwanita.com akan mengulas dampak kesehatan yang dapat terjadi pada anak anda jika terlalu sering menggunakan smartphone. :

1. Pediatric Dry Eye Disease (DED) atau Mata Kering

Mata kering yang dimaksud adalah gejala erosi epitel permukaan mata dikarenakan durasi lama menggunakan smartphone. Ketika mata fokus ke layar maka terjadi penurunan jumlah kedipan yang menyebabkan mata menjadi kering. Selain itu gejala lain yang dapat dirasakan meliputi iritasi, sensasi terbakar, ketajaman penglihatan menurun, mata tegang, dan mata lelah.

Sebuah studi penelitian mengungkapkan anak-anak dapat terhindar dari DED dengan memperbanyak aktivitas di luar ruangan dan mengurangi penggunaan smartphone. Gejala mulai dirasakan membaik setelah 4 minggu menghentikan aktivitas penggunaan smartphone.

2. Meningkatnya penggunaan kacamata pada anak-anak

Peningkatan penggunaan kacamata pada anak-anak, salah satu faktornya diawali dari gejala pediatric Dry Eye Disease (DED) yang tidak kunjung diatasi sehingga menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan pada anak-anak.

3. Efek radiasi dari smartphone

Otak adalah organ target utama dari paparan radiasi yang dikeluarkan smartphone. Bukti ilmiah tahun 2011 melaporkan adanya keterkaitan dampak radiasi terhadap risiko tumor otak yang dilakukan oleh Badan Internasional untuk penelitian kanker di organisasi kesehatan dunia (WHO). Radiasi yang dapat dipancarkan smartphone memiliki frekuensi 30kHz—300GHz yang termasuk rentang berbahaya sehubungan dengan kesehatan manusia, meliputi penyakit neurologis, fisiologis, kecanduan, fungsi tidur, hingga masalah kanker.

BACA JUGA :

Kecanduan menggunakan smartphone tidak hanya mempengaruhi sisi kesehatan secara fisik namun juga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Masa anak-anak adalah masa dimana tumbuh kembang seharusnya berjalan optimal dan berkesinambungan. Perkembangan kognitif, sosial, kesehatan mental seharusnya sudah mulai dibentuk sejak usia dini. Dengan memberikan gadget/ smartphone akan ada salah satu atau mungkin banyak faktor yang menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang pada anak. Perlu pengawasan dari orang tua agar anak terpantau dan lebih bijak menggunakan smartphone.

Sumber:

  • Jun Hyung Moon, Kyoung Kim & Nam Ju Moon. 2016. Smartphone use is a risk factor for pediatric dry eye disease according to region and age: a case control study. Journal BMC Ophthalmology 16(188): 1—7.
  • Lennart Hardell. 2017. Effects of Mobile Phones on Children’s and Adolescents’ Health: A Commentary. Journal Child Development: 1—4.
error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?