Kb implan termasuk jenis kontrasepsi yang digunakan dalam jangka panjang, sekali pemasangan efektif untuk mencegah kehamilan selama 3 tahun. Tingkat kemungkinan terjadinya kehamilan 0,05%. Selain itu kesuburan kembali dengan cepat setelah implan dilepas.

Penjelasan dari The American Collage of Obstetricians and Gynecologists/ ACOG (2017), Kb implan merupakan kontrasepsi yang dimasukan ke dalam kulit subderma yang memungkinkan pelepasan kandungan hormon ke dalam aliran darah yang terkontrol selama 3 tahun. Jenis implan ada yang mengandung estrogen-progesteron atau progesteron saja. Mekanisme kerja implan adalah dengan menekan ovulasi/ mencegah pelepasan sel telur setiap bulan. Implan berbentuk batang kapsul kecil dan lentur dengan panjang 4 cm dan diameter 2 mm dikemas dalam aplikator steril sekali pakai. Tempat yang fleksibel untuk dipasang implan berada di lengan bagian dalam pada tangan non dominan. Memasang implan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit disertai anastesi lokal. Karena membutuhkan sayatan kecil untuk meletakkan implan, setelah pemasangan pengguna akan merasakan memar, nyeri tekan, pembengkakan selama 1-3 hari di sekitar area pemasangan.

Efek samping dapat hadir pada awal penggunaan implan, berupa sakit kepala, kulit berjerawat, nyeri payudara, sekitar 12% dapat mengalami kenaikan berat badan, dan terjadi perubahan pola menstruasi. Keluhan yang umumnya dirasakan pada 3-6 bulan pertama berupa amenore (tidak mendapat menstruasi sama sekali), atau siklus menstruasi menjadi sering, atau bahkan darah menstruasi keluar lama. Efek samping tersebut umumnya tidak berbahaya, tetapi ibu dapat mempertimbangkan kembali sebelum memutuskan memilih kb implan.

Waktu yang tepat melakukan prosedure pemasangan implan, penjelasan dari WHO (2016) adalah:

  • ketika perdarahan menstruasi sedang terjadi, untuk meminimalkan kemungkinan hamil. Usahakan memasang implan pada hari pertama menstruasi.
  • jika pengguna memasang implan di luar siklus menstruasi maka dianjurkan menggunakan kondom selama 7 hari ke depan karena implan membutuhkan waktu untuk melepaskan hormon yang dikandungnya.
  • aman digunakan untuk ibu menyusui. Jika dipasang sebelum hari ke-21 setelah melahirkan maka akan segera terlindungi dari kehamilan. Jika dipasang setelah hari ke-21 maka gunakan metode kontrasepsi tambahan (kondom) selama 7 hari ke depan.
  • Transisi kontrasepsi yang lalu (konsultasikan dengan bidan/dokter kandungan apabila ibu ingin menggunakan kb implan).

Menggunakan metode kontrasepsi implan dapat dilakukan berulang bahkan hingga mencapai usia menopause. Pemerintah Indonesia mendukung penggunaan kontrasepsi jangka panjang berupa implan dan kontrasepsi dalam rahim/IUD untuk menekan tingginya angka kelahiran Indonesia. Program tersebut dibuktikan dengan adanya Safari KB (layanan Kb gratis kepada masyarakat secara berkala setiap bulannya) yang sudah meluas di seluruh daerah Indonesia. Namun apabila ibu ingin melakukan pemasangan implan dapat menyiapkan dana 200—300 ribu tergantung jenis implan yang digunakan. Konsultasikan kontrasepsi anda bersama bidan/ dokter kandungan untuk mendapatkan kontrasepsi yang pas dan cocok.

BACA JUGA:

Sumber:

  • ACOG. 2017. Long-Acting Reversible Contraception: Implants and Intrauterin Devices. ACOG Practice Bulletine 130(5): e251—e269.
  • WHO. 2016. Selected Practice Recommendations for Contraceptive Use. WHO
error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?