Inilah Bahaya Seksualitas Saat Masa Kehamilan.

Seksualitas merupakan hal yang tabu untuk di bahas dikalangan masyarakat kita khususnya di Indonesia yang memiliki adat budaya timur, padahal aktivitas seksual menjadi kebutuhan dasar ketika berumah tangga.

Kondisi hamil menjadi kendala baru untuk sebagian pasangan suami-istri mengekspresikan aktivitas seksual nya karena beberapa faktor dari kondisi fisik dan psikologis pihak istri dan suami. istri yang mengalami ketidaknyamanan selama kehamilan diperparah dengan perubahan bentuk tubuh dan ketidakpercayadirian dapat memenuhi kepuasan seksual suami. Didukung oleh penelitian yang dilakukan tahun 2015 menyatakan bahwa sebanyak 30-50% pasangan tidak melakukan aktivitas seksual karena khawatir akan berdampak buruk bagi janin.

Secara umum keinginan melakukan aktivitas seksual (coital activity) pada wanita hamil mengalami penurunan libido pada trimester 1 karena difokuskan pada perubahan tubuh dan keluhan yang terjadi selama trimester 1, mulai meningkat pada trimester 2 sebanyak 80%  karena tubuh telah dapat beradaptasi dengan kehamilan dan dapat menikmati aktivitas seksual dengan lebih nyaman. Pada trimester ketiga libido dapat menurun kembali, ketidaknyaman karena semakin besarnya abdomen, rasa nyeri punggung dan ketakutan menghadapi persalinan.

BACA JUGA :

Hubungan seksual mempunyai fungsi pengungkapan rasa cinta terhadap pasangannya dan sebagai penghayatan kenikmatan dalam hubungan pasangan suami istri, selain itu meningkatkan bounding antara suami istri. Penurunan pemenuhan kebutuhan seksual dapat berkontribusi pada kecemasan yang dapat mengganggu status kesehatan ibu dan janinnya. Kekhawatiran atau kecemasan pada ibu hamil mempunyai dampak dan pengaruh terhadap fisik psikis baik pada ibu maupun janin yang dikandungnya, yang ditandai dengan peningkatan hormone stress dan dapat menyebabkan kejadian vasokontriksi atau spasme pembuluh darah,dengan ditandai turunnya aliran darah dari ibu ke janin sehingga asupan O2, nutrisi juga berkurang. Apabila kejadian ini menetap dapat menyebabkan keguguran dan akan mempengaruhi ketidak harmonisan rumah tangga.

Apakah berbahaya berhubungan seksual selama hamil ?

Sebelumnya kita harus mengetahui riwayat terlebih dahulu, jika istri memiliki riwayat keguguran berulang alangkah baiknya hubungan seksual aman dilakukan pada trimester 2, yang menjadi hubungan seksual bermasalah bukan dari aktivitas atau posisinya namun dari kandungan sperma yaitu prostaglandin dimana hormone ini membantu merangsang kontraksi pada Rahim, sehingga dapat disimpulkan bahwa berhubungan seksual diperbolehkan dengan catatan menghindari ejakulasi didalam (lakukanlah senggama terputus).

Sumber :

  • Purwati Y.,Dkk,. 2015. Pendidikan Seksual Dan Prilaku Pemenuhan Kebutuhan Seksual Pada Masa Kehamilan.Jurnal Kesehatan Masyarakat.Yogyakarta. KEMAS 10 (2) (2015) 178-185
  • Budiarti.,Dkk,. 2012. Pengalaman Seksualitas Perempuan Pada Masa Kehamilan. Jurnal Keperawatan Indonesia, . Surabaya . Volume 15, No.3, November 2012; Hal 179-184
error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?