Inilah Hal yang Perlu Dilakukan Ibu Pasca Melahirkan.

Pasca melahirkan seorang Ibu pasti mengalami masa nifas. Masa nifas adalah masa wanita setelah melahirkan baik lahir normal ataupun sesar ditandai dengan perubahan metabolisme dan kondisi tubuh kembali ke fungsinya seperti sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama 6 sampai 8 minggu dari pasca melahirkan. Tanda masa nifas yang paling terlihat adalah keluarnya darah dari peluruhan jaringan sisa di rahim atau yang disebut darah nifas lokhea. Ibu tidak perlu khawatir pada perubahan tubuh selama masa nifas selama bersifat fisiologis atau normal terjadi.

BACA JUGA :

Perubahan pada tubuh yang bersifat fisiologis selama masa nifas, yaitu: keluarnya darah (lokhea) dari rahim untuk mengeluarkan sisa-sisa jaringan, berangsur kembalinya ukuran rahim seperti sebelum hamil, leher rahim mulai menutup, payudara membesar dan mulai memproduksi ASI, timbul ketidaknyamanan BAK/BAB, munculnya garis stretchmark di area perut atau panggul, penurunan berat badan.

Hal yang perlu diperhatikan ibu untuk menjaga kesehatan dan kondisi tubuh pasca melahirkan yaitu:

1. Konsumsi makanan tinggi protein

Ibu bersalin membutuhkan energi cukup besar untuk melahirkan bayinya. Sehingga ibu sangat dianjurkan untuk mengembalikan energi yang sudah dikeluarkan dengan banyak mengonsumsi makanan sumber karbohidrat dan tinggi protein. Sumber karbohidrat dapat ditemukan di nasi, jagung, kentang, dsb. dan sumber protein dapat ditemukan di telur, ikan, tahu/tempe, susu, dsb.

  • Mitos: masih ada beberapa kepercayaan yang dianut oleh masyarakat yang melarang ibu nifas mengonsumsi telur dan ikan setelah melahirkan karena akan menimbulkan bau amis dan gatal di area kewanitaan.
  • Fakta: bau amis sebenarnya ditimbulkan oleh darah nifas/ lokhea yang biasanya berbau khas (anyir). Ibu tidak perlu khawatir selama pada pemeriksaan tidak ada infeksi dalam rahim, tidak ada infeksi jahitan, dan darah tidak berbau busuk. Gatal yang terasa di luka jahitan merupakan indikasi proses penyembuhan luka sedang berlangsung. Mengonsumsi telur turut membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

Anjuran: Selama nifas ibu dianjurkan untuk makan lebih sering setidaknya 3-4 porsi sedang per hari ditambah 4-6 telur perhari. Makan makanan tinggi protein memiliki manfaat untuk mengembalikan energi, mempercepat proses penyembuhan jaringan tubuh yang rusak pasca melahirkan, serta mempercepat proses penutupan luka jahitan di kewanitaan ataupun luka sesar.

2. Konsumsi makanan tinggi serat dan penuhi air putih minimal 2 Liter sehari.

Seperti yang telah disebutkan ibu pasca melahirkan akan mengalami ketidaknyamanan BAK/BAB. Rata-rata ibu setelah melahirkan akan takut luka jahitan terbuka saat BAK/BAB, selain itu ibu juga takut nyeri akan terasa. Oleh sebab ketakutan tersebut ibu menjadi jarang minum dan tidak melakukan BAB/BAK rutin. Ketakutan tersebut justru menimbulkan masalah baru seperti konstipasi/ sembelit dan dehidrasi.

Anjuran: tetap penuhi air putih minimal 2 Liter sehari untuk memperlancar BAK dan membantu area kewanitaan bersih dari penumpukan bakteri dan darah nifas yang terlalu lama. Ibu juga dianjurkan rutin mengonsumsi serat tinggi yang bisa didapatkan di sayuran hijau dan buah (pepaya, pisang, dsb.) untuk melunakkan fases BAB untuk mengurangi keluhan nyeri saat BAB.

3. Ganti pembalut setiap 8 jam sekali atau jika terasa sudah penuh

Darah nifas atau yang disebut sebagai lokhea akan berlangsung keluar selama 4-6 minggu kedepan dari setelah melahirkan. Umumnya pada hari pertama hingga ke-4 lokhea akan keluar berwarna merah segar disertai keluarnya beberapa jaringan sisa dalam rahim, yang kemudian berangsur-angsur berubah menjadi merah kecoklatan hingga hari ke-7, dan berubah menjadi warna kuning kecoklatan sampai hari ke-14, hingga berwarna putih kekuningan sampai masa nifas selesai.

Anjuran: setidaknya ibu pasca melahirkan untuk lebih sering ganti pembalut setiap penuh atau setiap 4-6 jam sekali untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaan. Setelah melahirkan ibu akan diminta untuk melakukan kunjungan balik masa nifas untuk memantau keluarnya lokhea apakah bersifat normal atau tidak. Pemeriksaan dapat dilakukan di bidan atau tempat pelayanan kesehatan saat melahirkan.

4. Hindari melakukan hubungan intim selama masa nifas belum selesai

Beberapa pasangan mempertanyakan perlu menunggu berapa lama waktu untuk bisa melakukan hubungan intim kembali setelah melahirkan. Sistem tubuh ibu memerlukan waktu untuk kembali normal setelah melahirkan, termasuk pada perubahan sistem reproduksi yang berangsur kembali ke fungsi seperti sebelum hamil.

Anjuran: sebaiknya tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu selama masa nifas belum selesai. Berikan waktu minimal 2 bulan untuk organ di kewanitaan kembali normal setelah melahirkan. Pada periode waktu tersebut kesuburan wanita mulai kembali lagi, ibu dapat mendiskusikan bersama suami untuk membahas metode kontrasepsi yang dinginkan.

5. Aktif menyusui bayi

Saat usia kehamilan ibu memasuki minggu-minggu terakhir persalinan, payudara ibu mulai dapat memproduksi ASI meskipun masih dalam batas sedikit. Semakin payudara ibu dirangsang dengan hisapan bayi maka produksi ASI semakin berlimpah sesuai kebutuhan nutrisi bayinya. Selain itu aktif menyusui dapat membantu ibu mempercepat pengembalian rahim kebentuk semula dan mengurangi risiko perdarahan pasca melahirkan.

Anjuran: kebutuhan nutrisi bayi usia 0—6 bulan dapat terpenuhi memalui ASI. Berikan ASI secara eksklusif setiap 2 jam sekali bahkan di malam hari untuk mencegah pembendungan ASI di payudara terlalu lama yang dapat menyebabkan nyeri payudara.

Sumber:

  • Septia S.D. Aziz., Soemardini & Fajar A. Nugroho. 2016. Hubungan Tingkat Konsumsi Protein, Zat Besi (Fe) dan Zinc (Zn) dengan Kondisi Penyembuhan Luka Perineum Derajat II pada Ibu Nifas. Majalah Kesehatan FKUB 3(3): 137—143.
  • Ineke, S.H., Murti Ani & Sri Sumarni. 2016. Pengaruh Senam Nifas terhadap Tinggi Fundus Uteri dan Jenis Lochea pada Primipara. Jurnal Ilmiah Bidan 1(3): 45—54.
error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?