Berita duka telah datang dari pasangan artis dan pesinetron Irish Bella dan Ammar Zoni karena telah kehilangan janin kembar yang sedang memasuki usia kandungan 6 bulan. Meninggalnya janin kembar pasangan tersebut pada hari Minggu (6/10/2019) diperkirakan karena terjadinya preeklamsi. Preeklamsi merupakan suatu kondisi tekanan darah ibu hamil meningkat melebihi wajar. Seperti yang telah dilansir di berita Theasianparent, Irish sempat mengalami perdarahan kemudian dilarikan ke rumah sakit dan janin kembar dinyatakan telah meninggal dunia dalam kandungan. Dipaparkan oleh dokter yang menangani Irish, kematian janin selain komplikasi dari preeklamsi diperkuat dengan kondisi terlepasnya plasenta sehingga aliran darah yang seharusnya mengalir pada janin menjadi terhambat dan menumpuk di jaringan janin.

Berikut hal yang perlu ibu waspadai terkait tekanan darah tinggi selama kehamilan menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (2018):

1. Semua ibu berisiko mengalami tekanan darah tinggi saat hamil.

Muncul berbagai faktor penyebab tekanan darah dapat meninggi saat hamil walaupun diketahui saat tidak hamil ibu tidak mengalami tekanan darah tinggi. Perubahan hormon yang terjadi pada kehamilan menginduksi adaptasi kerja kardiovaskuler dan ginjal ibu untuk mengirim aliran darah ke janin sehingga beban kerja organ tersebut bertambah. Biasanya tekanan darah akan meningkat pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Pada keadaan normal ibu hamil dapat didiagnosa mengalami hipertensi gestasional (Hipertensi dalam Kehamilan/ HDK) selama tekanan darah menurut ACOG guideline yaitu ≤ 140/90 mmHg dan tidak disertai protein urin pada pemeriksaannya. Biasanya hipertensi gestasional akan menghilang setelah melahirkan.

2. Periksakan kehamilan secara rutin.

Walaupun sebelumnya ibu hamil didiagnosis mengalami hipertensi gestasional, keadaan tersebut dapat mengindikasi pada keadaan yang lebih parah jika pada pemeriksaannya ditemukan protein urin positif dan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah medis preeklamsi. Preeklamsi juga muncul dengan tanda gejala seperti bengkak pada kaki dan tangan, nyeri kepala, pandangan kabur, muntah, nyeri perut atas, sesak napas. Kondisi preeklamsi memerlukan penanganan lebih lanjut karena dapat mengancam keselamatan ibu dan janin yang dikandung. Kondisi preeklamsi berat dan tidak terkontrol dapat menyebabkan disfungsi uteroplasenta (seperti pertumbuhan janin terhambat, detak jantung janin abnormal, janin kekurangan oksigen, lahir mati), pada ibu dapat mempengaruhi kerusakan organ seperti ginjal, hati, paru-paru, jantung, dan mata. Kondisi preeklamsi bisa menetap bahkan setelah melahirkan.

3. Ibu hamil dengan preeklamsi memerlukan pemantauan dokter secara ketat.

Kondisi preeklamsi dapat berubah menjadi eklamsi, yaitu suatu kondisi emergency dimana ibu hamil dapat mengalami kejang, koma, hingga kematian. Eklamsi timbul saat pada pemeriksaan ditemukan tanda  HELLP syndrome (gejala yang mudah dikenali berupa nyeri perut atas dan pandangan kabur). Oleh sebab itu ibu hamil yang mengalami preeklamsi, kehamilannya akan dipantau dokter secara ketat. Ibu hamil dengan preeklamsi tidak disarankan melahirkan secara normal karena sejumlah komplikasi yang dapat timbul. Ibu akan disarankan untuk periksa diri dan kehamilan rutin 1x hingga 2x dalam seminggu. Saat kehamilan sudah mencapai usia 37 minggu dengan kondisi preeklamsi terkontrol, dokter akan mempertimbangkan untuk dilahirkan bayinya secara sesar, namun jika ibu dan janin ditemukan tanda kegawatan maka harus dilahirkan sesegera mungkin walaupun usia kehamilan masih prematur.

4. Terapkan pola hidup sehat

Salah satu faktor risiko yang menyebabkan peningkatan tekanan darah adalah karena pola hidup tidak sehat selama sebelum hamil. Kondisi yang dapat menyertai terjadinya preeklamsi seperti hipertensi sebelum hamil, diabetes, sakit ginjal, obesitas, usia ibu hamil terlalu muda atau terlalu tua ≥40 tahun, kehamilan pertama, kehamilan multipel (kembar), jarak kehamilan kurang dari 2 tahun atau lebih dari 10 tahun, ada riwayat keluarga yang hipertensi. Oleh sebab itu, bagi pasangan yang baru pertama kali hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan selanjutnya, sebaiknya ikuti program kehamilan bersama bidan atau dokter sehingga dapat diketahui kesehatan ibu dan suami secara keseluruhan dan dapat diberikan treatment yang tepat.

BACA JUGA :

Saat hamil maka anda harus lebih ekstra menjaga pola hidup, berkonsultasi dengan rutin, dan jagalah diri anda baik – baik agar terhindar dari preeklamsi .

Sumber :

error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?