Kulit Bawah Mata Menghitam, Bagaimana Solusinya?

Penampilan adalah segalanya untuk hampir semua wanita. Kepercayaan diri mampu timbul dari diri wanita karena ditunjang penampilannya. Tak hayal hampir semua wanita berusaha memperbaiki penampilan dari kulit wajah, bentuk tubuh, mengikuti make up yang sedang trend, hingga fashion yang digunakan agar selalu up to date.

Salah satu masalah kulit yang membuat frustasi para wanita adalah ketika muncul dark circle (kulit menghitam/ kantong mata) di area bawah mata. Tampilan kulit wajah ini membuat wanita terlihat tua, lelah, bahkan terlihat tidak bugar. Dark circle sering diasumsikan sebagai pertanda kelelahan meskipun stress hingga lifestyle yang buruk juga mempengaruhi tampilan kulit wajah. Kondisi tertentu seperti hiperpigmentasi, pengaruh usia dimana kulit menjadi lebih tipis dan serat kolagen hilang, kekurangan tidur, alergi, genetik, kelainan hormonal, kerusakan kulit juga dapat menyebabkan kulit bawah mata menghitam.

Wanita rela menghabiskan banyak biaya untuk memperbaiki masalah kulit dark circle yang cenderung tidak murah. Sudah banyak beredar perawatan kecantikan hingga produk skin care untuk mengatasi keluhan tersebut. Apakah benar efektif? Kemudian Apa saja yang bisa dilakukan untuk memperbaiki dark circle?. Berikut haiwanita akan mengulas perawatan yang bisa dilakukan menurut Journal Cutan Aesthetic Surgical (2016):

1.Concealer dan kosmetik

Hampir semua wanita tahu apa itu concealer dan cara penggunaannya. Merupakan tindakan untuk menyamarkan tampilan dark circle dengan merias wajah. Penggunaan teknik warna untuk menyembunyikan pigmen gelap dapat dilakukan dengan mengoleskan pigmen warna yang bertentangan dengan warna kulit. Contoh concealer warna hijau untuk menyamarkan noda merah seperti jerawat, pigmen merah-oranye untuk menyamarkan kantong hitam bawah mata yang kemudian ditimpa dengan foundation sesuai warna kulit.

2. Skin care

  • Kandungan retinoid, adalah turunan vitamin A yang dapat digunakan untuk mengurangi tampilan lingkar hitam bawah mata. Jika produk disertai sintesis kolagen untuk meningkatkan turgor dan kualitas kulit, dapat memberikan efek halus dan menurunkan hiperpigmentasi kulit bawah mata.
  • Kandungan arbutin dan kojic acid. Arbutin adalah ekstrak botani untuk menurunkan hiperpigmentasi kulit yang dipercaya efektif. Sedangkan kandungan kojic acid bertindak dalam memblokir jalur tirosinase, yang memainkan peran penting untuk memperbaiki pigmentasi.
  • Kandungan kafein. Merupakan bahan yang dikenal efektif, ketika dioleskan secara teratur dapat memperbaiki tampilan dark circle bawah mata. Kemampuan gel berbasis kafein dapat menembus kulit bawah kelopak mata dan memperbaiki kerusakan kulit.
  • Kandungan peptida, merupakan komponen yang dipercaya mampu memperbaiki tampilan dark circle bawah mata serta meningkatkan kualitas dan turgor kulit. Peptide digunakan untuk membentuk kolagen, memiliki kemampuan untuk meregenerasi kulit, dan penyembuhan luka.

3. Terapi sinar IPL (Intense Pulsed Light)

Dilakukan dengan menembakkan cahaya dalam spektrum yang terlihat dengan panjang gelombang 500—1200 nm ke kulit. Target yang dituju adalah hemoglobin dan melanin pada area kulit yang menggelap. Hasilnya adalah peningkatan rona dan warna kulit menjadi lebih cerah.

4. Chemical Peeling

Adalah perawatan kulit dengan memaksa pengelupasan secara kimiawi yang biasanya dilakukan di klinik kecantikan. Munculnya kolagen kulit baru setelah dikupas dapat membantu menyamarkan tampilan dark circle. Perawatan ini harus dibawah pengawasan dokter dan dilakukan secara hati-hati karena berisiko terhadap komplikasi pigmen.

5. Laser

  • Q-switched laser, adalah cara efektif untuk mengobati dark circle terutama yang disebabkan oleh hiperpigmentasi kulit. Laser yang ditembakkan memiliki panjang gelombang 694—755 nm.
  • Pulsed dye laser, sangat cocok untuk perawatan dark circle karena gangguan vaskular. Laser ditembakkan dengan panjang gelombang 585—595 nm. Perawatan ini membutuhkan pengulangan hingga 3 kali dengan interval 4—6 minggu agar lebih efektif.

Masih banyak lagi perawatan berbasis laser untuk mengatasi masalah dark circle. Perawatan dengan laser ini perlu pemeriksaan lebih mendalam dan anjuran dari dokter kulit agar efektif dan aman untuk pasien.

6. Injeksi Lemak

Transfer lemak adalah cara ampuh untuk meremajakan kulit wajah dan menghilangkan dark circle bawah mata. Injeksi dengan pengisian jaringan lunak ke bawah kulit mata adalah prosedur yang paling umum dilakukan dan memiliki tingkat kepuasan pasien tinggi.

7. Operasi Bedah Kelopak Mata

Merupakan prosedur bedah yang paling umum dilakukan untuk memperbaiki estetika tampilan seseorang. Tersedia berbagai teknik bedah yang dapat dilakukan, mulai dari eksisi lemak, transposisi kelopak mata bawah, kontur kelopak-pipi, dan sebagainya.Merupakan prosedur bedah yang paling umum dilakukan untuk memperbaiki estetika tampilan seseorang. Tersedia berbagai teknik bedah yang dapat dilakukan, mulai dari eksisi lemak, transposisi kelopak mata bawah, kontur kelopak-pipi, dan sebagainya.Merupakan prosedur bedah yang paling umum dilakukan untuk memperbaiki estetika tampilan seseorang. Tersedia berbagai teknik bedah yang dapat dilakukan, mulai dari eksisi lemak, transposisi kelopak mata bawah, kontur kelopak-pipi, dan sebagainya.

Perawatan yang telah disebutkan adalah beberapa langkah yang dapat wanita lakukan untuk mengurangi atau mengobati tampilan dark circle bawah mata. Sangat penting untuk menjaga kesehatan dan tampilan diri mulai dengan tidur yang cukup setidaknya 8-9 jam per hari, rutin minum air mineral minimal 2 Liter sehari, seimbang konsumsi sayur, protein, dan buah, olahraga teratur 2-3 kali sehari, memakai masker wajah rutin, hindari stress dan beban kerja tinggi bagi wanita. Selain itu penggunaan skin care sebagai perawatan harian bisa dilakukan asal sesuai anjuran pemakaian atau saran dokter kulit.

Sumber:

  • Shanin Aghaei. 2016. An approach to dark circles under the eyes. Editorial Journal of Surgical Dermatology 1(2): 55–56.
  • Ivan Vreck, Omar Ozgur & Tanuj Nakra. 2016. Infraorbital Dark Circles: A Review of the Pathogenesis, Evaluation, and Treatment. Journal Cutan Aesthet Surg 9(2): 65—72.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?