Menilik RUU KUHP Terbaru, Setujukah ?.

Informasi era digital sekarang sudah sangat terbuka untuk diakses siapa saja dan berapapun usianya. Indonesia kini sudah mengalami pergeseran nilai, budaya, dan moral menjadi lebih maju dan terbuka akan teknologi dan informasi. Pergeseran tersebut membuat pemerintah inisitaif untuk merubah beberapa peraturan hukum di RUU KUHP terbaru agar fit diterapkan sesuai keadaan Indonesia era ini.  Menilik dari beberapa peraturan baru yang telah dibuat sempat mendapat penolakan dari beberapa warga yang tidak setuju. Haiwanita akan mengulas beberapa pasal di RUU KUHP yang ramai diperbincangkan dengan melansir ke berbagai sumber,

Pasal Aborsi

Aborsi menurut kesehatan ada dua kategori gawat dan tidak gawat. Aborsi yang terkena tindak pidana hukum adalah kegiatan menggugurkan janin secara sengaja dengan cara apapun tanpa indikasi medis yang menyertai dan tanpa persetujuan pihak berwenang (korban pemerkosaan). Target pemerintah adalah pelaku yang terlibat ditindak pidana penjara sesuai pasal RUU KUHP terbaru. Namun dalam peraturan memberikan pengecualian dengan ketentuan sesuai pasal 75 UU Kesehatan yaitu:

  • Pengecualian bagi korban pemerkosaan karena dapat menimbulkan trauma psikologis, termasuk tenaga medis tidak dipidana.
  • Indikasi kegawat daruratan medis baik yang mengancam ibu maupun janin, yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan.

Pasal Pencabulan

Berdasar pasal 421, yang dimaksud dengan “perbuatan cabul” adalah segala perbuatan yang melanggar norma kesusilaan, kesopanan, atau perbuatan lain yang tidak senonoh, dan selalu berkaitan dengan nafsu birahi atau seksualitas sepanjang dilalukan di depan umum dan ada yang melapor maka dapat terkena hukum pidana, berbunyi:

  1. Setiap orang yang melakukan pencabulan terhadap orang lain yang berbeda atau sama jenis kelaminnya:
    • Di depan umum dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori III.
    • Secara paksa dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.
    • Yang dipublikasikan sebagai muatan pornografi dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.
  2. Setiap Orang dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan memaksa orang lain untuk melakukan perbuatan cabul terhadap dirinya dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.

Target pemerintah adalah pelaku yang terlibat ditindak pidana penjara sesuai pasal RUU KUHP terbaru.

Pasal Pornografi

Target pemerintah adalah pelaku yang terlibat terkait pornografi baik pelaku dan/ atau penyebar video ditindak pidana penjara sesuai pasal RUU KUHP terbaru. Dalam pasal 413 memberi pidana hukum pada pelaku dimana:

  • Ayat 1 (satu): setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan Pornografi dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori VI.
  • Ayat 2 (dua): Perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dipidana jika merupakan karya seni, budaya, olahraga, kesehatan, dan/atau ilmu pengetahuan.

Pasal Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

Suami perkosa istri akan terkena pidana hukum. Penetapan hukum RUU KUHP terbaru ditujukan untuk mengurangi perbuatan kekerasan dalam rumah tangga dalam bentuk kekerasan secara fisik dan psikis termasuk pemaksaan hubungan intim, yang akan menimbulkan trauma psikologis. Pidana penjara yang ditetapkan paling lama 12 (dua belas) tahun.

RUU KUHP masih belum secara resmi disahkan. Saat ini presiden masih melakukan mediasi dengan DPR dan mengundur pengesahan RUU KUHP terbaru untuk meredam konflik yang ada di masyarakat. Semoga semua persoalan tentang aturan hukum yang diciptakan dapat melindungi seluruh lapisan masyarakat Indonesia dengan adil dan jelas.

error: Content is protected !!
Tanya Bidan
Hai Wanita, Yuk tanya ke Bidan Kami
Hai Moms, Sudahkah mengikuti instagram kami di @haiwanitacom dan sering membaca artikel kesehatan di www.haiwanita.com ? Jika ada yang ingin ditanyakan klik tanya bidan yaa tidak usah sungkan mumpung sekarang fitur ini masih GRATIS.