Pakai Masker untuk Menghindari Bahaya Abu Fulkanik

Baru-baru ini kita di kejutkan dengan berita erupsi  gunung Tangkuban perahu di Jawa barat. Dalam erupsinya gunung ini memuntahkan abu vulkanik ke permukaan.  Abu vulkanik sendiri memiliki dampak tidak hanya pada lingkungan tapi juga sangat berdampak untuk kesehatan manusia. Ingin tau apa aja dampak yang terjadi akibat debu vulkanik ini, yuk simak penjelasan kali ini.

Abu vulkanik atau dikenal juga dengan pasir vulkanik yang disemburkan ke udara sebenarnya terdiri atas batu- batuan mulai dari yang berukuran besar hingga yang berukuran halus dan tidak terlihat mata. Biasanya debu yang berukuran halus ini bertebaran hingga kilometer atau ratusan kilometer dari kawah tergantung dari kecepatan angin membawanya.  Kandungan dari abu vulkanik terdiri dari unsur mayor (aluminium, silika, kalium dan besi) unsur minor ( iodion, kalsium, mangan, natrium, pospor, sulfur, titanium) dan beberapa bahan kimia lainnya.

Abu vulkanik yang membentuk awan panas memiliki temperatur dan kandungan yang dapat mematikan dan berbahaya baik bagi tanaman, hewan maupun manusia. Secara umumnya abu vulkanik ini dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru, kulit dan mata. Kandungan seperti karbondioksida, sulfur oksida, hidrogen sulfida, gas hidrogen, hidrogen forida, hidrogen klorida dan helium dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, diare, bronkitis atau radang saluran nafas, bronkopneumonia atau radang jaringan paru, iritasi saluran lendir pernafasan, iritasi kulit serta mempengaruhi gigi dan tulang. Pada kulit bisa terjadi iritasi, gatal-gatal, bahkan hingga infeksi.  Adapun gejala gangguan pernafasan akut yang sering terjadi sebagai akibat dari abu vuly ini adalah bersin, beringus, iritasi, sakit tenggorokan, iritasi, batuk berdahak, sesak hingga asma.Gangguan tersebut bisa terjadi akibat paparan yang terjadi dalam beberapa hari, beberapa minggu atau beberapa bulan.

Penggunaan masker menjadi sangat penting dan mutlak sebagai bentuk perlindungan diri terhadap debu halus vulkanik yang bahkan tidak terlihat mata. Dengan menggunakan masker kita meminimalisir masuknya debu halus tersebut ke dalam tubuh kita melalui hidung dan mulut. Karena debu halus tersebut masuk ke dalam tubuh melalui udara, bisa juga masuk melalui ketercemaran air dengan abu vulkanik. Namun langkah awal yang penting menghindari dampak dari debu vulkanik adalah penggunaan masker. Tidak perlu yang mahal namun cukup dapat melindungi tubuh  dan masker tidak bocor atau berlubang. Disarankan juga menggunakan kacamata untuk melindungi mata agar tidak mengalami iritasi akibat debu vulkanik.

Jika kamu berada di daerah Jawa barat dan di lingkungan mu sudah ada debu halus, segera gunakan masker jangan lupa. Meskipun sangat sepele namun penggunaan masker sangat berguna buat mencegah bahaya debu halus abu vulkanik yang bahkan tidak terlihat mata. Semoga saudara kita yang disana sudah mendapat masker semua. Sekian artikel haiwanita kali ini semoga bermanfaat dan menambah wawasan untuk kita semua.

Rujukan:

Suryani, Anih Sri. 2014. Dampak Abu Vulkanik Terhadap Kesehatan dan Lingkungan. Info singkat kesejahteraan sosial vol VI  no. 4/11/P3DI/Februari/2014

error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?