Dilansir dari nasional.tempo.co Doktor dari UIN Yogyakarta membuat disertasi mengenai hubungan Intim di luar nikah bukanlah perbuatan zina, Abdul Aziz, doktor dari UIN Yogyakarta, mengatakan disertasinya soal hubungan intim di luar nikah bisa digunakan untuk melawan kriminalisasi zina. Hal ini tentu saja menuai kontroversi dari berbagai pihak. Merujuk pada Jawa Pos.com yang tayang pada 3 September 2019 di tekankan Abdul Aziz asal perbuatan ini dilakukan di tempat tertutup.

Memang saat ini istilah pacaran sudah mulai melibatkan hubungan intim sebagai salah satu aktivitas untuk menunjukkan kasih sayang terhadap pasangan. Banyak sekali bentuk kedekatan intim secara fisik yang bisa diberikan ke pasangan seperti menjabat tangan, merangkul, kissing, hingga berhubungan intim. Namun sebelum melakukan hubungan Intim di luar nikah, perhatikan hal ini. Seperti memperhatikan etika secara sosial, agama, serta hukum yang berlaku di negara tersebut.

Etika Kesopanan

Anak muda yang berpacaran di tempat umum kini sudah mulai mendapat pemakluman oleh orang-orang sekitar. Dalam pemakluman ini tetap harus ada batasan kedekatan intim secara fisik antar pasangan saat di tempat umum. Orang sekitar berhak melaporkan ke petugas yang berwenang jika merasa terganggu melihat aktivitas pacaran yang berlebihan.

Terjerat Hukum Pidana Negara

Di Indonesia masih kental hukum agama dan negara untuk tidak melakukan hubungan intim sebelum menikah. Sudah banyak kasus kehamilan di luar nikah, kasus aborsi, pernikahan dini, yang merugikan di mata masyarakat. Terutama remaja yang awalnya coba-coba untuk melakukan hubungan intim tanpa berpikir dampak jangka panjang. Berbuat mesum saja di depan umum dapat dijerat hukum pidana dalam pasal 281 dengan ancaman penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau dendan 4,5 juta rupiah. Hukum akan lebih berat jika melanggar pasal-pasal lainnya.

Penyakit Menular Seksual

Tidak ada yang mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit menular seksual atau tidak, kecuali jika melakukan pemeriksaan medis. Mempunyai partner seks lebih dari satu cenderung untuk memiliki Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS sering dikaitkan dengan HIV, padahal ada beberapa penyakit lain yang termasuk kategorinya, seperti sifilis, gonorhea, chlamydia, dll. yang sama berbahayanya.  Karena tidak terikat pernikahan, bisa saja pasangan memiliki partner seks lebih dari satu dan membawa infeksi penyakit tersebut.

Menunjukkan kasih sayang ke pasangan lewat kontak fisik ada suatu kebahagiaan tersendiri dan mempengaruhi perasaan hidup menjadi lebih baik dan berharga. Namun kita hidup bermasyarakat dimana tetap harus menunjukkan etika di depan umum. Ketahuilah ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan hubungan lebih, seperti berhubungan intim agar tidak merugikan hidup ke depannya.

BACA JUGA :

error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?