Sebelum Nikah, Wajib Tahu Strategi Ini!

Pernikahan merupakan babak baru dalam kehidupan manusia, tidak mudah menyatukan dua insan dengan latar belakang keluarga yang berbeda, suku, ras, pendidikan, religi, adat istiadat, kebiasaan, watak dan lain sebagainya. Tentu dengan perbedaan ini pernikahan menjadi tempat untuk saling melengkapi kekurangan pasangan, saling memperbaiki kesalahan dari pasangan, agar terciptanya pribadi yang lebih baik setelah menikah.

Dalam mencapai hal tersebut, adanya perbedaan pemikiran,  tuntutan dan tekanan secara internal atau eksternal menyebabkan pernikahan tidak dapat dihindari dari masalah kehidupan,  masalah yang kecil hingga masalah yang besar harus diselesaikan bersama. Lalu bagaimana cara kita menghadapi atau mempersiapkan mental agar bisa lebih bijak dalam menghadapi suatu masalah rumah tangga?

Tidak ada salahnya kita belajar strategi coping dalam menghadapi masalah yang menerpa, strategi coping bertujuan untuk menetralisir stress dengan usaha yang diupayakan bersifat postif maupun negatif. Strategi coping merupakan:

  1. Respon perilaku dan fikiran terhadap stress.
  2. Penggunaan sumber yang ada pada diri individu atau lingkungan sekitarnya.
  3. Pelaksanaannya dilakukan secara sadar oleh individu; dan 4. bertujuan untuk mengurangi atau mengatur konflik-konflik yang timbul dari diri pribadi dan di luar dirinya (internal or external conflict), sehingga dapat meningkatkan kehidupan yang lebih baik

Strategi coping berbeda-beda tergantung kepribadian seseorang, jenis dan sumber masalahnya, para psikolog membedakan strategi coping dalam  dua strategi utama :

1. Strategi coping berfokus pada masalah.

Strategi coping berfokus pada masalah adalah suatu tindakan yang diarahkan kepada pemecahan masalah. Individu akan cenderung menggunakan perilaku ini bila dirinya menilai masalah yang dihadapinya masih dapat dikontrol dan dapat diselesaikan. Perilaku coping yang berpusat pada masalah cenderung dilakukan jika individu merasa bahwa sesuatu yang kontruktif dapat dilakukan terhadap situasi tersebut atau ia yakin bahwa sumberdaya yang dimiliki dapat mengubah situasi, Startegi ini tidak dapat dilakukan di semua masalah, strategi ini cocok dengan masalah pekerjaan atau gagal nya suatu tujuan. Contoh 1 : Suatu perusahaan penjualan makanan mengalami penurunan pemesanan solusi yang di terapkan adalah meningkatkan strategi marketing atau melakukan inovasi baru produknya. Contoh 2 : Pasangan suami istri dikeluarkan dari perusahaannya solusi yang dilakukan adalah mencari lowongan pekerjaan baru, atau melakukan usaha baru.

Tiga kunci efektif dalam melakukan strategi coping berfokus pada masalah diantaranya kemampuan pemecahan masalah, manajemen waktu yang baik, dan adanya dukungan sosial. Tidak semua orang dapat melakukan strategi ini, perlu adanya latihan dan penerapan. Strategi ini tidak dapat diterapkan pada masalah yang berhubungan dengan emosi atau perasaan seseorang misalnya adalah kehilangan seseorang.

2. Strategi coping berfokus pada emosi

Melakukan usaha-usaha yang bertujuan untuk memodifikasi fungsi emosi tanpa melakukan usaha mengubah stressor secara langsung. Strategi coping ini tepat dilkukan ketika merasa di permalukan, sedih, kehilangan, putus asa dan masalah lain yang berhubungan dengan emosi atau perasaan. Upaya yang dilakukan hanya untuk mengalihkan fokus seperti  bercerita kepada orang yang dipercaya, mendengarkan lagu, berdoa, menulis, melakukan kegiatan yang digemari. Strategi coping ini terkesan membiarkan masalah, sehingga perlu adanya kontrol yang baik agar tidak muncul masalah yang baru.

Setiap keluarga diharapkan mampu berperan dalam menyelesaikan masalah melalui strategi coping yang efektif. Apabila keluarga dapat menyelesaikan masalah dengan baik, akan berdampak positif terhadap keberfungsian keluarga (Sheidow, Henry, Tolan, & Strachan, 2014).

Sumber :

  • Maryam. 2017. Strategi Coping; Teori dan Sumberdayanya. Jurnal Konseling Andi Matappa. Volume 1 Nomor 2 Agustus 2017. Hal 101-107 p-ISSN: 2549-1857; e-ISSN: 2549-4279
  • Sheidow, A. J., Henry, D. B., Tolan, P. H., & Strachan, M. K. (2014). The role of stress exposure and family functioning in internalizing outcomes of urban families. Journal of child and family studies, 23(8), 1351-1365.
error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?