Seputar Mitos tentang Ibu Menyusui

Menyusui adalah salah satu proses yang dilakukan oleh ibu setelah melahirkan bayinya. Proses ini dimulai dari 1 jam setelah melahirkan, pemberian ASI eksklusif (usia 0—6 bulan), hingga proses MP-ASI (penambahan makanan bayi selain ASI dimulai dari 6 bulan keatas). Di Indonesia masih banyak kepercayaan yang dianut atau mitos-mitos yang beredar seputar ibu menyusui. Mulai dari pantangan yang harus dihindari atau hal-hal yang bisa dilakukan namun justru merugikan jika dijalani oleh ibu selama proses menyusui. Berikut haiwanita.com akan membahas issue populer berdasarkan faktanya.

Menyusui menyebabkan payudara kendur.”

Faktanya: Proses kehamilan menyebabkan perubahan ligamen di bawah payudara menjadi kendur dan meregang. Ketika kehamilan memasuki minggu-minggu terakhir sebelum melahirkan, payudara sudah memproduksi ASI walaupun masih dalam jumlah sedikit sehingga payudara terlihat membesar dan berisi. Ketika proses menyusui berlangsung dan dilakukan rutin, payudara akan semakin terlihat membesar dan berisi karena produksi ASI semakin berlimpah sesuai kebutuhan bayi. Namun ukuran payudara akan berkurang saat ASI sudah dikeluarkan atau disusui ke bayi. Dengan bertambahnya usia bayi memasuki proses MP-ASI, payudara ibu berangsur-angsur akan kembali ke ukuran semula tergantung dari kenaikan atau penurunan berat badan ibu sendiri.

Payudara kecil tidak memiliki ASI yang cukup.”

Faktanya: Ukuran payudara tidak menjadi penentu produksi ASI melimpah atau tidak. Payudara terdiri dari jaringan lemak yang bertanggung jawab atas ukuran payudara dan jaringan khusus penyalur ASI. Pada 3 hari awal setelah melahirkan, produksi ASI memang masih sedikit dan membutuhkan stimulasi untuk memperlancar produksi dengan menyusukan bayi secara langsung. Seiring menyusui secara rutin 2-3 jam sekali dan bergantian antara payudara kanan dan kiri, produksi ASI akan lancar dan berlimpah. Untuk ibu direkomendasikan makan makanan berprotein dan gizi lainnya, seperti telur, ikan, daging merah, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta melakukan istirahat yang cukup dan hindari stress pasca melahirkan.

Hindari makanan berbau amis agar ASI tidak bau.”

Faktanya: Apa yang dimakan ibu akan diolah tubuh menjadi energi dan bahan penting untuk proses metabolisme lainnya. Makanan yang mengandung protein tinggi seperti telur, ikan, daging merah, ayam, sangat bagus untuk mempercepat proses penyembuhan luka perinium setelah melahirkan atau luka jahitan karena sesar. Ibu dapat menghindari jenis makanan tertentu jika memang memiliki riwayat alergi makanan. Jika anda melihat ASI berwarna kuning kental saat pertama dikeluarkan itu adalah kolostrum merupakan kandungan nutrisi tertinggi pada ASI yang hanya diproduksi dalam jumlah sedikit. Selama menyusui kolostrum akan berubah menjadi foremilk dimana ASI berwarna putih creamy yang memiliki kandungan rendah lemak. Sangat disayangkan sekali jika ibu membuang ASI yang berwarna kuning karena diduga ASI kotor atau berbau amis.

Bayi akan menolak payudara ibu jika terbiasa diberi dot.”

Faktanya: Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah. Bukan berarti bayi tidak dapat menyusui dari payudara secara langsung setelah terbiasa dengan dot. Payudara yang jarang dipompa atau disusukan ke bayi juga menjadi salah satu faktor bayi kesulitan menyusui karena berkurangnya produksi ASI. Berikan waktu untuk bayi mulai menguasai menyusui dari payudara setidaknya dalam jangka enam minggu. Untuk memenuhi kebutuhan ASI selama proses tersebut, ibu dapat memberikan ASI ke bayi dengan cara diberikan melalui cup feeder atau cangkir kecil khusus bayi.

Ibu tidak akan hamil selama masih menyusui bayi.”

Faktanya: Jika ibu melakukan hubungan seks tetap akan ada potensi untuk hamil terlepas sedang menyusui atau tidak. Namun ada kecenderungan untuk tidak hamil di 6 bulan pertama setelah melahirkan jika ibu rutin menyusui setiap 2-3 jam sekali bahkan di malam hari serta ibu belum mendapatkan menstruasi kembali. Oleh karena itu disarankan setelah masa nifas selesai ibu sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang aman dan tidak menganggu proses menyusui. Konsultasikan ke bidan/ dokter untuk merencanakan pemilihan kontrasepsi yang tepat untuk anda dan suami.

Dari mitos – mitos diatas, manakah mitos yang ada di daerahmu ? Nah kalau sudah ditemukan fakta – fakta yang sebenarnya apakah anda masih percaya dengan mitos ? Mitos tak selamanya benar, jadi cari tahu terlebih dahulu sebelum mempercayai sebuah informasi.

error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?