Hai wanita, tahukah anda apa itu Penyapihan ?

Penyapihan adalah proses berhentinya bayi menyusu secara perlahan atau sekaligus kepada ibunya atau masa terputusnya ketergantungan ASI (Air Susu Ibu ) pada anak terhadap ibunya. Pemberian ASI secara ekslusif disarankan diberikan pada usia 0-6 bulan, kemudian dilanjutkan dengan memberian MP-ASI atau makanan pendamping ASI. ASI tetap diberikan sampai umur anak 2 tahun meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit karena digantikan kebutuhan nutrisi perlahan digantikan oleh MP-ASI. Namun terkadang proses penghentian menyusui ini susah dilakukan. Karena dalam menyusui bayi tidak saja mendapatkan kebutuhan nutrisi dari ASI tetapi juga mendapatkan kasih sayang dari kontak yang terjadi dengan ibu. Sehingga penyapihan kadang menjadi masalah yang susah untuk dilakukan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Nurmasitah dkk (2015) tentang perilaku cara penyapihan asi oleh ibu di desa kota bangun kecamatan kota bangun kabupaten kutai kartanegara didapatkan bahwa ibu-ibu di desa tersebut menyaih anak mereka dengan cara mengoleskan brotowali, asam jawa, kapur makan dan pewarna makanan, lipstick, balsem pada puting susu ibu, serta menakuti anak. Namun akibatnya ibu tersebut mengalami berbagai masalah seperti payudara ibu mengalami pembengkakan atau anak sering menangis serta terjaga sepanjang malam.

BACA JUGA :

Penyapihan merupakan suatu pengalaman yang sangat emosional yang terjadi antara ibu, ayah, dan anak, ketiganya tidak bisa dipisahkan karena saling memiliki keterkaitan. Sehingga diperlukan kesiapan dari ketiganya. Kesiapan ibu dapat diukur dari kesiapan ibu untuk mengantisipasi permintaan menyusu dari si dedek dan tidak khawatir terhadap penyapihan. Karena terkadang cara ampuh ketika sedang rewel adalah dengan menyusuinya. Kesiapan anak biasanya ditandai dengan usia anak setidaknya satu tahun, anak sudah memakan berbagai macam makanan, dapat menerima alasan untuk tidak menyusu di waktu dan tempat tertentu, anak tidak terlalu cemas saat diminta tidak menyusu. Kesiapan ayah dalam hal ini memberikan dukungan dalam proses penyapihan dengan membantu mengalihkan perhatian anak untuk menyusu.

Berikut haiwanita.com akan memberikan tips penyapihan :

1.Nilai Kesiapan Ibu, Ayah, dan Anak

Kesiapan Ibu, Ayah dan Anak adalah hal yang hal yang harus diperhatikan dan jika sudah benar – benar siap untuk melakukan penyapihan maka barulah lakukan penyapihan.

2. Mengurangi Frekuensi Memberikan ASI

Kurangi pemberian ASI secara perlahan – lahan hingga tidak memberikan sama sekali, alihkan perhatian anak setiap kali meminta ASI dengan mengajaknya bermain atau memberikan kesibukan pada anak.

3. Berkomunikasi yang baik dengan anak untuk berhenti meminta ASI

Komunikasikan dengan anak secara perlahan dengan melarang meminta ASI ketika berkomunikasi jangan menggunakan kata – kata yang menakuti atau menggunakan olesan – olesan pada payudara sehingga anak merasa pahit saat menyusu. Tapi hindari menggunakan olesan – olesan yang dapat membahayakan anak dan payudara Ibu.

4. Jangan menyapih secara mendadak

Hindari menyapih secara mendadak, karena akan membuat anak kaget dan marah.

Nah sudah tahukan apa itu penyapihan dan bagaimana menyapih dengan baik, semoga buah hati anda tidak rewel ketika akan melakukan penyapihan.

Rujukan  :

  • Nurmasitah dkk. 2015.  Perilaku Cara Penyapihan ASI oleh Ibu di Desa Kota Bangun Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara. SKRIPSI.
  • Barnita. 2017. Weaning with love, menyapih dengan cinta. https://komunitassm.files.wordpress.com/2017/12/weaning-with-love-wwl.pdf.
error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?