Waspadai Minuman Kekinian yang Menyebabkan Kegemukan !

Siapasih yang tak kenal dengan minuman kekinian yang sedang hype banget. Es kopi susu dan minuman ice boba milk tea yang sedang merajai pasar kuliner . Hampir semua orang mencicipi segarnya minuman tersebut ditambah konsep bangunan kafe yang nyaman digunakan untuk hangout, meeting, me time, ataupun hanya singgah beli minuman saja. Dengan harga yang terjangkau ditambah harga diskon yang menggunakan layanan pembayaran online, minuman kekinian sering diminum melebihi porsi seharusnya. Tentu saja akan ada dampak kesehatan bagi para pecandu es minuman kekinian, haiwanita.com akan memberi ulasan minuman seperti apa sih yang bisa menyebabkan kegemukan ? Simak berikut ini :

1. Minuman kekinian mengandung gula dan lemak tinggi

  • Salah satu studi nutrisi menerbitkan petunjuk bahwa minuman boba tea tergolong kelompok minuman yang memiliki rasa manis tertinggi dibandingkan minuman manis lainnya karena menggunakan sirup fruktosa jagung yang tinggi.
  • Standart ukuran penyajian satu porsi ice boba milk tea terdiri dari 473 mL atau 16 US oz (small cup), diperkirakan mengandung 200—450 kalori dan sekitar 38 gram gula. Hasil perhitungan kalori tergantung dari bahan tambahan apa yang disertakan, seperti keju, coklat, dsb. Mengingat kebutuhan kalori harian setiap orang jika dibuat rata-rata sekitar 2000 kalori per hari. Sudah terlihat bahwa minuman kekinian turut menyumbang kalori dengan persentase besar.
  • American Heart Association menyarankan untuk membatasi gula tambahan, maksimal 38 gram/hari untuk pria dan 25 gram/hari untuk wanita. Jika mengonsumsi minuman dengan kadar gula 38 gram diartikan sudah terpenuhi asupan gula harian dan seharusnya tidak mengonsumsi makanan manis lainnya. Semakin besar cup yang dipilih maka semakin besar pula kalori dan kandungan gulanya.

2. Memicu kegemukan

Kandungan kalori dan gula yang tinggi menimbulkan masalah kesehatan masyarakat karena memicu potensi obesitas sedari kecil. Dari penelitian Flegal (2012) menyebutkan 2 dari setiap tiga orang dewasa dan 1 dari tiga anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

3. Penyakit lain yang terkait

Kalori dan gula yang dikonsumsi berlebih selain memicu peningkatan berat badan dapat juga memicu penyakit diabetes, penyakit kardiovaskular, pengendapan lemak, peningkatan kolesterol dan jenis kanker tertentu. Studi penelitian dari Bray (2014) mengungkapkan bahwa 1 Liter atau dua kali lipat dari 16 oz minuman kekinian jika dikonsumsi rutin harian selama 6 bulan terlihat adanya perubahan metabolik yang ditandai dengan organ hati menjadi berlemak.

BACA JUGA :

Konsumsi minuman kekinian pada beberapa orang menjadi lupa untuk tetap memenuhi kebutuhan air putih pada tubuh minimal 2 Liter per hari. Dengan disertai lifestyle masyarakat sekarang yang jarang bergerak atau beraktivitas dengan jalan kaki/ olahraga menjadikan pemicu kegemukan semakin cepat. Minum minuman kekinian tentu saja diperbolehkan, asal sesuai aturan kalori dan jaga gula harian, tetap penuhi air putih, serta wajib berolahraga untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

Sumber:

  • Jae Eun Min, David B. Green & Loan Kim. 2017. Calories and Sugars in Boba Milk Tea: Implications for Obesity in Asian Pacific Islanders. Food Science Nutrition 5(1): 38—45.
  • Flegal K.M., Carrol M.D., Kit B.K. & Ogden C.L. 2012. Prevalence of Obesity and Trends in the Distribution of Body Mass Index among US adults, 1999—2010. JAMA 307: 491—497. Bray G. A. & Popkin B. M. 2014. Dietary sugar and body weight: have we reached a crisis in the epidemic of obesity and diabetes?: health be damned! pour on the sugar. Diabetes Care 37:950–956
error: Content is protected !!
WhatsApp Tanya Bidan ?